a. latar belakang
Melihat perkembangan pendidikan di era moderen seperti saat ini, setiap guru berhadapan dengan berbagai masalah dalam mengajar, terutama pilihan metode pengajaran. Karena tidak jarang sebagian daripada guru memaksakan kehendaknya dalam memberikan penjelasan yang sedang di bahas kepada siswanya, yang pada akhirnya menjauhkan minat para siswa dalam belajar. Untuk menjawab permasalahan yang sedang di hadapi para guru di zaman moderen ini, Ibnu Khaldun telah terlebih dahulu memperediksi akan hal ini dan memberikan jalan keluarnya atau solusinya
b. Tujuan
Sesuai dengan masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan
a. Menganalisis metode yang paling baik dalam proses belajar-mengajar.
b. Menganalisis manfaaat dari metode pengajaran teori Ibnu Khaldun
c. Rumusan
Berdasarkan identifikasi masalah,rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana metode yang paling baik dalam proses belajar-mengajar?
TEORI PENDIDIKAN IBNU KHALDUN
Ibnu Khaldun telah banyak mempelajari keadaan Negara-negara di dunia di mulai dari timur hingga ke barat, Ibnu Khaldun juga telah melihat sistem pendidikan di setiap Negara yang di pelajari baik metode dalam pengajaran atau keadaan sosial masyarakatnya didasari dari ilmu yang telah di milki dan pengalaman selama bertahun dalam mendidik maka, Ibnu khaldun membuat satu teorema , yang bahwa ilmu pengetahuan dan pendidikan merupakan hal yang alami di dalam peradapan manusia, dalam mendukung pendapatnya Ibnu Khaldun memberikan alasan melalui logika artifisialis dan realyta , logika yang di paparkan oleh Ibnu Khaldun menempatkankan akal pikiran sebagai sifat yang alami dalam peradapan manusia . sebagaimana yang telah di pahami bahwa, pikiran adalah alat utama dalam menerima ilmu pengetahuan. Untuk mengkokohkan pendapatnya Ibnu Khaldun juga menempuh melalui teori interaksionisme dalam membuktikan pendapatnya,teori interaksionisme itu adalah di sebabkan karena akal pikiran sebagai sifat alami manusia maka, pikiran manusia akan berusaha untuk mencapai segala yang menjadi tuntutan watak, untuk memenuhi tuntutan itu, manusia akan berpulang(dalam istilah Ibnu Khaldun) kepada orang yang lebih dahulu mempunyai ilmu. Disinilah menurut Ibnu Khaldun timbulnya proses belajar-mengajar yang di namakan oleh ibnu khaldun dengan pendidikan.pembuktian ini telah banyak di pelajari oleh sarjana-sarjana barat Menurut hemat penulis, dua teori yang telah di paparkan oleh Ibnu Khaldun yakni, logika artifisialis dan interaksionisme, sudah lebih dari cukup untuk membuktikan pendapatnya Ibnu Khaldun menyadari untuk memperoleh tujuan pendidikan yang maksimal maka, dibutuhkan beberapa metode dalam pendidikan, beranjak dari pengalamannya seorang ulama pedagogi moderen dan memandang manusia dari sudut pandang sosialnya maka, lahirlah teori malakah yang menurutnya, sebuah teori yang sngat sesuai dengan sifat alami manusia , teori malakah adalah proses belajar-mengajar yang bertahap-tahap dalam mencapai hakekat kebenaran , sehingga pengejaran gejala hakekat kebenaran menjadi kebiasaan(malakah) baginya.
Inti dari teori malakah adalah proses belajar-mengajar dalam 3 tahap.
1.penjelasan materi secara global.
Pada tahap pertama guru atau pendidik, tidak boleh memaksa siswanya untuk langsung memahami materi yang di berikan secara mendetail, karena akan membuat siswa bingung dan akan di anggap sukar materi yang di berikan, pada akhirnya siswa akan meninggalkan minat belajarnya pada materi yang di berikan.
2.penjelasan sedikit mendetail.
pada tahap ini guru tidak boleh puas dengan penjelasan yang global akan tetapi guru harus sedikit menjelaskan perincian sebagai pengerak semangat siswa dalam belajar , karena pada tahap ini, pikiran siswa ingin memahami sedikit perincian dari materi yang sedang di berikan sebagai penjelas materi tambahan untuk mendukung pemahamannya secara global.
3.penjelasan yang lebih mendetail.
pada tahap terakhir ini guru atau pendidik harus benar-benar menjelaskan materi sedetail mungkin, baik berupa beberapa pendapat ahli ataupun perbedaan pendapat para pakar dalam masalah yang sedang di bahas tapi ada satu hal yang harus selalu di ingat oleh guru, guru harus benar-benar yakin, bahwa siswanya telah benar-benar memahami penjelasan tahap pertama,ke dua hingga yang terakhir.
Teori malakah Ibnu Khaldun ini tidak bisa di lepaskan dari keahlian dalam mengajar karena bagi Ibnu Khaldun pengajar ilmu pengetahuan adalah keahlian dan keahlian merupakan merupakan akibat dari kebiasaan, disinilah letaknya keterikatan di antara teori malakah dan pengajar atau guru. Ibnu Khaldun membuktikan hipotesisnya dengan adanya istilah-istilah tehnis, masing-masing tokoh yang ahli dalam bidang di siplin ilmunya memiliki istilah masing-masing dalam pengajaran, tujuan dari penggunaan istilah-istilah tehnis itu adalah untuk memudahkan siswa dalam mengingat bidang ilmu yang di pelajari.
Istilah-istilah tehnis pada bidang ilmu tertentu merupakan lahir dari kebiasaan dari ahlinya dalam memahami bidang disiplin ilmunya masing-masing. Pada bagian ini Ibnu Khaldun menegaskan bagi kita bahwa, guru atau pengajar ilmu pengethuan haruslah seorang yang ahli dalam bidang ilmunya, ini adalah logika, karena bagaimana mungkin , guru memberikan ilmu kepada siswanya, sementara dia sendiri tidak memahami ilmu pengetahuan yang sedang di ajarkan.
Ibnu khaldun berpendapat bahwa malakah berbada dengan pemahaman dan pengetahuan melalui hapalan , bagi ibnu khaldun metode malakah apabila benar-benar di terapkan dalam proses belajar-mengajar akan menjadikan anak didik atau siswa ahli dalam bidang ilmu yang di berikan karena proses belajarnya secara bertahap-tahap dalam mencari hakekat kebenaran sehingga menjadi kebiasaan(malakah), namun berbeda dengan metode pemahaman(dhan) dan pengetahuan melalui hapalan. Dua metode ini lebih mengkedepankan kepada penerimaan ilmu walaupun tanpa di pahami yang mana di saat siswa tersebut terjun dalam perdebatan atau diskusi ilmiah akan menjadikan siswa lebih banyak diam daripada mengeluarkan pendapatnya karena di saat siswa tersebut belajar, yang pertama dia lebih banyak di paksa untuk langsung memahami dan yang kedua dia lebih banyak menghapal daripada memahami secara bertahap. Disinilah letak lemahnya dua metode ini yakni metode pemahaman dan hapalan. Walaupun begitu apibala metode hapalan di kombinasikan dengan metode malakah pasti akan menjadikan siswa lebih luar biasa. Pikiran ibnu khaldun ini menarik untuk di kaji lebih dalam dan di terapkan dalam proses belajar-mengajar metode malakah lebih di sesuaikan kepada sifat alami manusia yaitu akal pikiran, bahkan ibnu khaldun menegaskan, apabila jiwa manusia selalu memperoleh sejumlah besar kebiasaan(malakah), maka akan lahir keahlian dan intelektual yang lebih tinggi.
Ibnu Khaldun memberikan solusi metode paling mudah untuk memperoleh malakah ialah dengan latihan lidah guna mengungkapkan pikiran-pikiran dengan jelas dalam diskusi dan perdebatahn masalah-masalah ilmiah, solusi yang telah di jelaskan oleh Ibnu Khaldun ini menjadikan seorang pendidik dan anak didik saling berinteraksi satu sama lain dalam mencari hakekat kabenaran, dalam hal ini guru tidak boleh memaksa siswa untuk lansung mengungkapkan pikirannya tanpa dan bimbingan dari guru, proses latihan ini di lakukan secara bertahap-tahap dan sedikit demi sedikit karena proses otak siswa yang sedang tumbuh, masih belum terbiasa dengan berpikir mandiri .Ibnu khaldun juga berpendapat apabila dalam proses belajar-mengajar di gunakan sistem kekerasan akan menjadikan mental siswa trauma dengan namanya belajar, Di saat siswa misalnya, diwajibkan untuk menghapal satu bab suatu di siplin ilmu, maka dia menghapal bukan karena ingin mengetahui ilmu yang di hapal tapi dia menghapal karena takut mendapat hukuman dari gurunya, otomatis membawa dampak buruk kepada saraf otaknya yang sedang tumbuh. Kekerasan adalah konflik-konflik sosial yang tidak terkendali dan mengabaikan nilai-nilai norma sehingga berwujud kepada tindakan merusak Namun walaupun begitu apabila siswa tersebut tidak bisa lagi di pengaruhi dengan lemah-lembut maka boleh bagi guru untuk memberikan hukaman dengan syarat tidak menyakiti fisik siswanya. Menurut hemat penulis ini sudah termasuk dalam kondisi darurat karena daripada siswa tersebut sering di pengaruhi oleh sifat malas, lebih baik di paksa namun dengan syarat yang telah penulis jelaskan
Guru dalam menempuh metode malakah ini,harus terlebih dahulu memahami karakter para siswanya, apakah para siwa tersebut mempunyai IQ yang tinggi atau sebaliknya?. Karena ini penting dalam menjalankan teori malakah. Masalah ini dapat di anologikan dengan misalnya, rata-rata IQ siswa dalam memahami penjelasan harus di ulangi bebarapa kali, maka di saat seperti ini guru tidak boleh langsung melompat pada tahap ke dua hingga seterusnya karena akan membuat siswa merasa kurang di perhatikan yang pada akhirnya menjauhkan dia dari pelajaran tersebut akan tetapi harus di lakukan dengan secara sistematis,programatis,integrated dan berkesinabungan
Bagi Ibnu khaldun belajar-mengajar harus di sertai dengan rasa kasih sayang di antara siswa dan guru, karena dengan adanya rasa kasih sayang ini membuat siswa lebih berani untuk mengungkapkan pikirannya dengan jelas tanpa ada rasa takut di marahi. Kekuatan dari metode malakah Ibnu Khaldun terletak pada sikap seorang guru. Apakah guru menginginkan siswa itu menjadi seorang ahli dalam siplin ilmu atau sebaliknya? Dengan adanya sikap seorang guru seperti itu, menjadikan guru lebih mengkedapankan kualitas siswa. Teori pendidikan Ibnu khaldun ini di latar belakangi dari pengalamannya menjadi seorang ulama pedagogi moderen dan bapak sosioligi, maka dalam setiap permasalahan yang berkaitan dengan pendidikan, Ibnu Khaldun lebih melakukan pendekatan melalui sisi sosial manusia. Bahkan dalam setiap membuktikan pendapatnya dia, tetap menjelaskan dari segi sosial manusia. Maka dalam hal ini, teori Ibnu Khaldun dapat di katakan teori melalui pendekatan sisi sosial manusia.
Apabila teori malakah Ibnu Khaldun ini, di terapkan dalam proses belajar-mengajar maka, akan terjadi perubahan pada diri siswa dalam mencari hakekat kebenaran. Perubahan itu dapat di golongkan dalam 2 hal, perubahan internal dan eksternal.
1.Perubahan internal
perubahan internal ialah jiwa siswa dapat tergerak untuk selalu mencari kebenaran dari masalah yang sedang di bahas, otomatis menjadikan siswa kreatif dan aktif dalam diskusi masalah ilmiah, karena metode ini melatih siswa untuk mengungkapkan pikirannya baik dalam bentuk tulisan. Apabila siswa selalu konsisten melatih jiwanya dalam mencari hakekat kebenaran, kekuatan IQnya dapat bertambah lebih tinggi bahkan tidak mustahil siswa itu bisa menjadi jenius teori ini diasuh dengan pola latihan kemandirian yang akan mendorong siswa menjadi berani dalam mengambil tindakan,bertanggung jawab dan kritis.
2. Perubahan eksternal
perubahan eksternal ialah rasa saling menghargai dalam mengeluarkan pendapat di antara para siswa.
Siswa yang di didik dengan metode ini akan berbeda dengan siswa yang tidak di didik dengan metode malakah, perbedaan itu dapat di golongkan dalam dua katagori, yang pertama perbedaan secara horizontal(diferensiasi) dan yang ke dua perbedaan secara vertikal(stratifikasi).
Perbedaan secara horizontal disisi adalah perbedaan cara berpikir siswa dalam satu masalah, dengan metode ini siswa tidak tergesa-gesa dalam mengambil tindakan dan kesimpulan akan tetapi terlebih dahulu menguji masalah dengan berbagai sudut pandang. Perbedaan secara vertical adalah perbedaan siswa dalam tingkatan hierarki. Maksud adalah perbedaan siswa dalam kelas-kelas yang berbeda-beda tingkatannya dalam suatu sistem pendidikan.
Manfaat dari metode ini dapat di rasakan secara langsung oleh guru dan siswa. Menurut hemat penulis, memahami dari pengalaman Ibnu Khaldun dalam dunia pendidikan dan sebagai bapak sosiologi, metode ini sangat baik di terapkan dalam dunia pendidikan baik formal atau nonformal sebagaimana yang telah di uji coba oleh Ibnu khaldun sendiri di saat dia menjadi guru besar di Universitas Al-Azhar,Cairo,Mesir. Namun walaupun begitu, di dalam teori ini tidak menutup kemungkinan ada hal-hal yang tidak sepenuhnya sempurna dalam metode pendidikan. Menurut hemat penulis itu juga di rasakan oleh Ibnu Khaldun sendiri seperti kata pepatah “tidak ada gading yang tidak retak” .
Kesimpulan
Kesimpulan dalam masalah ini adalah teori malakah ibnu kahldun adalah sebuah teori yang mengajarkan psoses belajar-mengajar dalam tiga tahap, yang pertama penjelasan yang global, yang ke dua penjelasan sedikit lebih mendetail dan yang ke tiga penjelasan yang lebih mendatail. Teori ini apabila di terapkan di dalam dunia pendidikan akan menjadikan siswa ahli,kritis dan bertanggung jawab. Teori malakah Ibnu Khaldun juga berbeda dengan metode hapalan dan pemahaman secara langsung.
No comments:
Post a Comment